Dunia Baru
Minggu, 10 Mei 2015
Puisi Tukang Sate
Sepuluh dua puluh
Satenya dibakar
Pakai kipas angin
Biar cepat matang
Ku usap kumisku
Tak ada...
Tak ada...
Aku lagi menghayal
Jadi tukang sate
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)